Doa Habakuk 1

Habakuk 1 : 1 – 17

Habakuk adalah nabi yang hidup pada jaman Raja Yosia 2 Raja-raja 22, orang Israel pada saat itu belum dibuang ke Babel. Habakuk adalah nabi yang berbeda pada saat itu, nabi biasanya menyampaikan apa yang dikatakan Tuhan, tetapi Habakuk adalah seorang nabi yang suka berdoa, dan ia mempunyai pergumulan yang dia bawa dalam doanya kepada Tuhan yaitu mengenai kejahatan, kelaliman, kekerasan, perbantahan dan pertikaian diantara bangsa Israel. Dia bertanya kepada Tuhan, Berapa lama lagikah aku berteriak dan Engkau tidak mendengar ? (Hab 1 : 1 ).Habakuk berdoa bukan untuk dirinya, habakuk berdoa bukan untuk meminta berkat saja, tapi dia berdoa untuk bangsanya. Habakuk mempunyai hati yang peka terhadap keadaan sekitarnya, dia mau bangsanya bertobat dan meninggalkan yang jahat. Dia terus berdoa, mungkin telah lama dia gumulkan, sehingga muncul doa seperti diatas, ” berapa lama lagi ? “.

Habakuk 1 : 5 merupakan jawaban Tuhan atas doanya.
Disini Tuhan menjawab doa habakuk dengan cara yang berbeda. Tuhan berkata akan kumunculkan suatu bangsa orang Kasdim, bangsa yang garang dan tangkas, menakutkan dan suka melakukan kekerasan yang akan memperbudak bangsa Israel ini. Tuhan ingin mengatakan kepada Habakuk bahwa doa mu dijawab, tapi bukan dengan cara yang diinginkan Habakuk, tapi dengan cara Tuhan. prayer

Habakuk 1 : 13 merupakan jawaban Habakuk kepada Tuhan
Mata-Mu terlalu suci untuk melihat kejahatan dan Engkau tidak dapat memandang kelaliman. Mengapa Engkau memandangi orang-orang yang berbuat khianat itu dan Engkau berdiam diri, apabila orang fasik menelan orang yang lebih benar dari dia?

Tuhan itu tidak adil, masakan Engkau berdiam diri saat bangsa pilihanmu ditindas oleh orang yang tidak mengenal Engkau ? dengan kata lain demikianlah doa Habakuk, makin senanglah orang fasik itu Tuhan ? itulah doa Habakuk.

Lalu apa jawaban Tuhan kita akan bahas pada sesion berikutnya.

Yang perlu kita pelajari dari kitab Habakuk ini,
Pertama bagaimana dengan doa kita, mari kita berdoa untuk sekeliling kita, kota kita, bangsa kita, mohon belas kasihan Tuhan atas Indonesia ini.
Kedua jawaban doa mungkin tidak sesuai dengan apa yang kita kehendaki, tapi itulah Tuhan yang bardaulat, dia menentukan jawaban doa yang terbaik buat kita
Ketiga bersabarlah menanti jawaban doa anda, teruslah berdoa karena setiap doa pasti dijawab Tuhan, waktunya terserah Dia.

Surat Seorang Bayi

Baby Sleep, Samuel, Puisi Bayi,
Ayah dan Ibu Tersayang

Kutulis surat itu kepada Ayah dan Ibu dengan harapan semoga Ayah dan Ibu mempertimbangkan sikap tengan menjadi orangtua sebelum aku tiba di dunia ini. Aku ini anak yang ceria. Apabila aku tiba nanti, bagi Ayah dan Ibu aku kelihatan begitu kecil. Meski penampilanku tidak seperti orang dewasa, harap Ayah dan Ibu sadari bahwa aku ini manusia.

Walau aku tidak berkata kata kepada Ayah dan Ibu, aku akan mengenal Ayah dan Ibu dengan hatiku. Aku bisa merasakan perasaan Ayah – Ibu, menyerap pikiran Ayah-Ibu. Aku kan mengenal Ayah dan Ibu lebih dari yang Ayah-Ibu sendiri kenali. Janganlah salah sangka menghadapi kebisuanku. Aku terbuka, tumbuh dan belajar dengan lebih pesat dari yang dapat ayah ibu bayangkan.

Dalam benakku akan terekam segala yang kulihat, jadi harap Ayah dan Ibu memberikan keindahan untuk kunikmati dengan pandangan ku. Aku akan merekam segala yang kudengar, jadi harap berikan padaku musik dan bahasa lembut dan manis yang memberitahukan padaku betapa aku ini disayangi. Berikan aku keheningan untuk mengistirahatkan telingaku, Aku akan menyerap segala yang kurasakan jadi aku berharap Ayah – Ibu rangkumkan kehidupan kita dalam cinta kasih.

Aku menunggu dengan sabar, menunggu saat bergabung dengan Ayah dan Ibu. Aku begitu bahagia, mendapat kesempatan untuk hidup. Mungkin jika Ayah – Ibu melihat aku nanti, Ayah Ibu akan ingat betapa berharganya kehidupan.

Anak Kalian yang ceria
with Love

PEMBELI ISTIMEWA

Kado, cinta, mitsubishiPada suatu hari, ketika Jepang belum semakmur sekarang, datanglah seorang peminta-minta ke sebuah toko kue yang mewah dan bergengsi untuk membeli manju (kue Jepang yang terbuat dari kacang hijau dan berisi selai). Bukan main terkejutnya si pelayan melihat pelanggan yang begitu jauh sederhana di tokonya yang mewah dan bergengsi itu. Karena itu dengan terburu-buru ia membungkus manju itu. Tapi belum lagi ia sempat menyerahkan manju itu kepada si pengemis, muncullah si pemilik

toko berseru, “Tunggu, biarkan saya yang menyerahkannya”. Seraya berkata begitu, diserahkannya bungkusan itu kepada si pengemis.

Si pengemis memberikan pembayarannya. Sembari menerima pembayaran dari tangan si pengemis, ia membungkuk hormat dan berkata, “Terima kasih atas kunjungan anda”.

Setelah si pengemis berlalu, si pelayan bertanya pada si pemilik toko, “Mengapa harus anda sendiri yang menyerahkan kue itu? Anda sendiri belum pernah melakukan hal itu pada pelanggan mana pun. Selama ini saya dan kasirlah yang melayani pembeli”.

Si pemilik toko itu berkata, “Saya mengerti mengapa kau heran. Semestinya kita bergembira dan bersyukur atas kedatangan pelanggan istimewa tadi. Aku ingin langsung menyatakan terima kasih. Bukankah yang selalu datang adalah pelanggan biasa, namun kali ini lain.”

“Mengapa lain,” tanya pelayan.

“Hampir semua dari pelanggan kita adalah orang kaya. Bagi mereka, membeli kue di tempat kita sudah merupakan hal biasa. Tapi orang tadi pasti sudah begitu merindukan manju kita sehingga mungkin ia sudah berkorban demi mendapatkan manju itu. Saya tahu, manju itu sangat panting baginya. Karena itu saya memutuskan ia layak dilayani oleh pemilik toko sendiri. Itulah mengapa aku melayaninya”, demikian penjelasan sang pemilik toko.

***
Konosuke Matsushita, pemilik perusahaan Matsushita Electric yang terkemuka itu, menutup cerita tadi dengan renungan bahwa setiap pelanggan berhak mendapatkan penghargaan yang sama. Nilai seorang pelanggan bukanlah ditentukan oleh prestise pribadinya atau besarnya pesanan yang dilakukan. Seorang usahawan sejati mendapatkan sukacita dan di sinilah ia harus meletakkan nilainya.

(Dikutip dari artikel, Konosuke Matsushita, Food For Thought)

Satu bukan dua

kucing, ikan, kasih
Seorang guru Sekolah Minggu bertanya kepada murid-muridnya, “Apakah firman Tuhan yang saya ajarkan selama ini sudah dimengerti semua?”

Murid-murid menjawab, “Sudah, Bu guru!”

Lalu Ibu Guru melanjutkan, “Kalau begitu, minggu depan kalian akan dites oleh Kepala Pendeta. Apakah sudah siaaaap?”

Murid-murid menjawab, “Siaaap Bu Guru!”

Maka minggu berikutnya Kepala Pendeta datang ke kelas dan berkata kepada si Ibu Guru, “Bu, hari ini merupakan evaluasi pelajaran firman Tuhan yang selama ini Ibu ajarkan. Saya akan mengajukan beberapa pertanyaan kepada murid-murid”.

Si Ibu Guru menjawab (dengan berharap si Kepala Pendeta memujinya),”Bapak bisa lihat sendiri kalau murid-murid saya pandai-pandai semuanya”.

Kemudian Kepala Pendeta bertanya kepada murid-murid, “Apakah kita boleh mencuri?”

Murid-murid menjawab, “Tidak boleh, Pak, sebab dilarang di dalam Hukum Taurat!”

Si Ibu Guru senyum-senyum senang.

Lalu si Kepala Pendeta melanjutkan, “Apakah kita boleh membunuh?”

Murid-murid menjawab, “Tidak boleh Pak, sebab itu juga dilarang didalam Hukum Taurat!”

Si Ibu Guru semakin bersemangat tersenyum.

Kepala Pendeta semakin penasaran dan bertanya lagi, “Nah, sekarang kalau kalian punya kucing di rumah lalu buntutnya kalian potong, berdosa nggak kalian?”

Mendapat pertanyaan seperti itu, murid-muridnya berpikir keras karena buntut kucing yang dipotong bukan berarti mencuri dan kucingnya tidak mati berarti tidak membunuh. Kelas menjadi hening …Tiba-tiba salah satu murid berdiri dan menjawab dengan suara nyaring,”Berdosa, Pak!”

Si Kepala Pendeta bertanya, “Kenapa menurut kamu berdosa?”

Si murid menjawab, “Sebab di dalam Matius 19:6 tertulis, ‘Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Sebab apa yang telah dipersatukan Allah tidak boleh diceraikan oleh manusia’!”

WAKTUNYA TUHAN

Dalam kitab Pengkhotbah 3 : 1- 11 dijelaskan tentang realita kehidupan ini, WAKTU suatu yang pasti akan dimiliki oleh tiap orang, namun WAKTU itu diserahkan sepenuhnya kepada tangan kita, untuk apa waktu itu digunakan.

Banyak orang menggunakan waktunya untuk bekerja, ia bekerja siang malam hanya untuk suatu tujuan yaitu uang, atau mungkin untuk mencapai suatu karir atau ambisi, ada juga orang menggunakan waktunya untuk dirinya sendiri, apapun dalam hidupnya untuk kesenangannya saja, waktu itu digunakan untuk tidur, makan, santai menikmati kemewahan dunia ini, dan bermacam – macam cara orang lain menggunakan waktu tersebut.

Dari ayat 1 dijelaskan bahwa : SEGALA SESUATU ADA MASANYA, apapun dibawah langit ini ada waktunya. Ini menerangkan bahwa ada Tuhan yang menentukan waktu – waktu manusia itu.

Ada yang mengatakan bahwa kehilangan terbesar di dunia ini adalah KEHILANGAN JIWA, itu kekal adanya dan kehilangan kedua yang terbesar di dunia ini adalah KEHILANGAN WAKTU, baru kehilang kesehatan dan keluarga.

Firman Tuhan berkata bahwa hari hari itu atau WAKTU ITU ADALAH JAHAT, karena waktu itu tidak bisa diputar kembali. di saat ia berlalu maka berlalulah ia, kita tidak bisa memutar ulang waktu yang telah lewat,

Dalam ayat 2 -8 pengkhotbah mencoba mendetailkan penjabaran tentang waktu tersebut, ada waktu lahir, ada waktu meninggal, ada waktu tertawa ada waktu bersedih, semua yang dijabarkan itu berlawanan keadaannya. itulah kehidupan kita. Semua yang dijabarkan sang pengkhotbah menerangkan bahwa semua yang terjadi itu adalah SEMENTARA. Tidak mungkinlah kita terus tertawa, pasti ada waktunya kita menangis, gak mungkinlah kita terus berdiam diri, pasti ada waktunya kita bicara. demikianlah seterusnya, hingga pengkhotbah mengajari kita bahwa apapun dalah kehidupan kita ini SEMENTARA.

Dalam ayat 9 – 10 dikatakan apakah untung nya ? apakah UNTUNG dari kesementaraan itu ? seperti seorang yang bekerja, pagi hingga malam ia bekerja, kumpulkan uang, lalu ada saat nya uang itu pun harus ia keluarkan kembali, jadi sebenarnya tidak ada untungnya, semua itu hanya untuk MELELAHKAN DIRI.

Namun dalam ayat 11, ada JANJI TUHAN yang indah dalam kehidupan kita yang sementara ini, ada dua janji Tuhan disana yaitu : IA MEMBUAT SEGALA SESUATU ITU INDAH PADA WAKTUNYA. Luar biasa janji Tuhan ini, disaat kehidupan kita ini sementara, saat tiada yang pasti, semua begitu cepat berubah, Tuhan berjanji apapun itu INDAH PADA WAKTUNYA, peganglah janji itu, jika itu kita pegang, kita tidak akan depresi menghadapi hidup ini, kita tidak akan berlarut dalam kesedihan yang berkepanjangan, adalah dalam kebodohan yang menyalahkan diri sendiri, kok gitu ya kulakukan ?. Semua itu mendatangkan kebaikan bagi orang – orang yang TAKUT AKAN TUHAN.

Janji Tuhan yang kedua adalah IA MEMBERIKAN KEKEKALAN DALAM HATI MEREKA. Tuhan mengerti tentang hidup manusia yang sementara ini, Dia tahu manusia ini adalah debu adanya, karena itu Ia menjanjikan KEKEKALAN pada kita. Apa kekekalan itu ? Itulah adalah KESELAMATAN JIWA kita. Kita didunia ini memang akan hidup dalam kesementaraan, untuk apa Tuhan membuat itu ? untuk MENYADARKAN kita bahwa hidup kita ini sementara dan untuk MENYELAMI PEKERJAAN YANG DILAKUKAN ALLAH, itu untuk mengingatkan kita bahwa ALLAH ITU ADA dalam apapun yang terjadi dalam kehidupan kita, Dia ambil bagian dalam kehidupan kita, dengan kata lain dapat disampaikan begini ” Jalanilah hidupmu yang sementara ini bersama Ku, karena pada akhirnya nanti ada kekekalan yang menunggumu ” . Kekekalan yang dijanjikan Nya itu adalah HIDUP YANG KEKAL, yang kelak akan kita terima jika kita telah bersama-sama dengan Dia, kita orang percaya mempunyai suatu kehidupan yang lain sesudah kematian, disaat orang-orang yang belum mengenal Tuhan menganggap kehidupan sesudah kematian itu MUDAH – MUDAHAN, tapi bagi orang yang PERCAYA dan MENERIMA YESUS KRISTUS sebagai JURUSLAMAT PRIBADINYA, maka kehidupan sesudah kematian itu akan menjadi suatu KEPASTIAN.

Lalu pengkhotbah menutupnya dalam ayat 14 dikatakan bahwa apa yang dilakukan Allah TETAP ADA untuk selamanya, TAK DAPAT DITAMBAH dan TAK DAPAT DIKURANGI, jadi kehidupan kita yang sementara ini adalah KETETAPAN ALLAH atau dengan kata laia MUTLAK. Kita tidak bisa lari dari keadaan ini, harus lah menjalani kehidupan yang sementara ini, dengan apa ? Baris terakhir dikatakan supaya manusia TAKUT AKAN DIA. Itulah kuncinya TAKUT AKAN TUHAN, akan membuat kita bisa menghadapi kesementaraan hidup ini, karena dalam kesementaraan ini Tuhan akan membuat itu INDAH PADA WAKTUNYA, dan akan memberikan KEKEKALAN pada akhirnya.

Indah bukan hidup dalam Tuhan ? Kelanali RENCANA TUHAN dalam hidup kita dan HIDUPLAH dalam rencana itu, jangan diluarnya. maka semua nya akan diberikan padamu.

amin.

Dia tahu segala perkara

Sebuah ungkapan hati yang sederhana dihadapan Tuhan, berharap Dia berkenan atas hidup kita 

Dia tahu saat aku berduka….

Dia tahu saat aku membutuhkanNya

Jesus

Dia Tahu Yang Terbaik

Dia tahu saat ada air mata yang tertumpah

Dia tahu saat ada perih menahan luka

Dia tahu saat yang tepat untuk menolong

Dia tahu segala perkara

Apakah aku harus meragukan Nya ?

Aku akan selalu menyakiniNya

Walau pun perih ada disana

Karena ada janji yang indah yg dia berikan

Disaat semua itu gelap bagiku

Disaat jurang berdiri dihadapanku

Disaat tiada jalan keluar dalam hidupku

Disaat habis air mataku

Disaat aku sendiri tanpa penghibur

Disaat semuanya sibuk dengan diri sendiri

Disaat aku dan hanya diriku

Ada janji yang indah yang ia katakan

Kala semua itu

Tuhan tidak mengirim malaikat untuk menolongku

Tuhan tidak mengirim hujan untuk menghapus hausku

Tuhan tidak memberi sayap untuk terbang mengatasi deritaku

Tuhan tidak mencabut nyawaku untuk mengakhiri semuanya

Namun saat semua itu ku hadapi

Dia hanya tersenyum lalu memengang tanganku

Dan berkata “ Mari kita hadapi bersama-sama “

Itu lebih dari seribu malaikat

Itu lebih dari sejuta titik air

Itu lebih dari berlaksa sayap untuk terbang

Itu lebih dari segala nyawa yang ada didunia ini

Dan itu melebihi segala jalan keluar

Itu sudah cukup bagiku.

Sangat cukup bagiku.

Dream power

Ku ukir indah di matamu, sebuah jiwa dalam pundi malam, ku balut dengan kemurnian rasa sayang itu, ku simpan baik 2 agar suatu saat nanti kau kembali kau menemukan kesetiaan yg berujung mati itu boleh kau miliki, harap itu berkenan krna tak pandai diri ku memilih hadiah, tak sanggup ku membeli mu bulan dan menghias kepala mu dengan bintang, mungkin satu kesetiaan ini cukup bagi mu, hope u care.

Brave heart

Sebuah hati akan menjadi besar, jika ia telah belajar untuk mengalah, belajar tuk mengerti arti cinta sejati,

sebuah hati akan menjadi berani, jika ia mengerti arti ketulusan dan pengorbanan, karena kedua hal itu akan memberi kan mendali kehidupan tuk mengambil keputusan
yang jujur dan benar

sebuah hati akan menjadi sempurna jika ia telah menemukan belahan hati na, saat itu lah hati akan terikat oleh sumpah dan dipisahkan kematian

sebuah hati adalah kunci meraih kehidupan di kemudian hari

%d bloggers like this: